Selasa, 26 Februari 2013

Rahasiakan Tujuan Anda

Derek Sivers dalam sebuah presentasinya menuturkan bahwa kita seharusnya merahasiakan tujuan kita. Seperti tujuan mengapa Anda belajar giat, tujuan mengapa Anda rajin berolah raga atau tujuan mengapa Anda berdiet.

Masih menurut Derek Sivers, pada tahun 1982 seorang peneliti, Peter Gollwitzer meminta sekelompok orang untuk membuat tujuan sederhana yang bisa diwujudkan dalam waktu 45 menit. Kemudian dia membagi beberapa orang tersebut menjadi dua buah kelompok. Kelompok pertama diminta untuk mempresentasikan tujuan mereka di hadapan semua peserta. Sedangkan kelompok kedua diminta untuk merahasiakannya. Setelah itu kedua kelompok diminta untuk mewujudkan tujuan mereka tersebut dalam waktu 45 menit. Hasilnya setelah sekitar setengah jam, kelompok pertama yang mempresentasikan tujuan mereka mengalami kebosanan. Sedangkan kelompok ke dua semakin frustasi dan penasaran untuk mewujudkan tujuannya.

Menurut Derek Sivers bahwa seseorang yang menceritakan tujuan mereka merasa bahwa mereka seperti telah melakukan apa yang mereka katakan. Ada perasaan senang ketika seseorang menceritakan tujuan mereka di masa depan kepada orang lain. Hal ini, secara psikologi, malahan akan membuat seseorang menjadi malas untuk mewujudkan tujuan mereka.

Sedangkan orang yang merahasiakan tujuan mereka, akan memiliki peluang lebih besar untuk mencapai tujuannya. Ini dikarenakan mereka akan selalu merasa jauh dengan apa yang diinginkan. Sehingga usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan semakin besar.

Apakah Anda setuju dengan Derek Sivers? Coba perhatikan orang-orang di sekitar Anda, siapakah di antara mereka yang lebih sukses. Apakah mereka yang menceritakan tujuan mereka ataukah orang yang merahasiakannya?

Sumber: TED.com

Jumat, 15 Februari 2013

Tempat Wisata: Kayangan Api

Kayangan Api merupakan tempat wisata di Bojonegoro yang menyajikan obyek wisata api abadi. Obyek ini terletak di desa Sendangharjo, kecamatan Ngasem. Bahkan kabarnya sumber api yang berada di Kayangan Api ini merupakan sumber api alam terbesar di Asia Tenggara.



Letak Kayangan Api yang berada di tengah-tengah hutan jati menambahkan kesan alami lokasi tersebut. Dengan demikian pengunjung akan terlebih dahulu disuguhi pemandangan alam hutan jati sebelum mencapai lokasi wisata. Sesampainya di lokasi, pengunjung akan menemui sebuah gapura yang cukup besar untuk menyambut mereka. 

Banyak legenda yang berkembang mengenai Kayangan Api. Mulai dari kisah Mpu Supa dari kerajaan Majapahit hingga kisah Angling Dharma yang melatih pasukannya di lokasi tersebut. Meski belum diketahui kebenaran kisah-kisahnya, namun hal itu semakin menambah daya tarik wisata Kayangan Api.

Siaga Membaca Ketinggian Bengawan Solo

Jika kita memperhatikan status ketinggian permukaan air sungai Bengawan Solo yang dipublikasikan oleh Balai Besar Wilayah Bengawan Solo, kita akan mendapati tiga buah status siaga: hijau, kuning, dan merah. Sedangkan batas siaga untuk masing-masing wilayah berbeda-beda tergantung dari kedalaman sungai di titik ukur.

Sebagai contoh untuk titik ukur Babat. Batas siaga hijau di Babat berada pada ketinggian muka air (tma) 6,0 meter. Sedangkan untuk siaga kuning berada pada tma 7,0 meter, dan siaga merah pada tma 8,0 meter. Standar ini akan berbeda dengan titik ukur Cepu. Cepu siaga hijau jika tma 4,0 meter, siaga kuning 6,0 meter, dan siaga merah 8,0 meter.
Tampilan laman di http://hidrologi-bsolo.com.
Sedangkan informasi terkini mengenai ketinggian permukaan air bengawan solo dapat dipantau di http://hidrologi-bsolo.com. Laman resmi yang dikelola Kementrian Pekerjaan Umum ini juga menyajikan data dalam bentuk peta tma Bengawan Solo secara realtime. Sedangkan bagi pengguna jejaring sosial Twitter dapat mengikuti perkembangan ketinggian permukaan air di @hidrologi_bsolo.

Kamis, 07 Februari 2013

Pantau Bengawan Solo di Twitter?

Populernya media sosial di Indonesia rupanya dimanfaatkan pula oleh dinas terkait di pemerintahan untuk menyampaikan informasi ke publik. Salah satunya adalah yang dipublikasikan melalui akun @hidrologi_bsolo. Akun ini secara berkala melaporkan ketinggian permukaan Bengawan Solo di beberapa titik di sepanjang sungai. Bagi warga Bojonegoro dan warga sepanjang Bengawan Solo yang aktif di jejaring sosial Twitter tentu akan sangat terbantu dengan adanya akun ini.

Bagaimana memanfaatkan informasi ini?

Di akun @hidrologi_bsolo nanti akan diinformasikan beberapa titik tertentu saja di sepanjang sungai. Yang kita lakukan adalah mencari informasi titik terdekat dari arah hulu ke lokasi kita. Semisal kita berada di kota Bojonegoro. Maka titik terdekat dari arah hulu adalah Karangnongko (di gambar ditulis Kr. nongko).

Dengan memilih Karangnongko sebagai acuan maka kita akan memiliki waktu untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu akan ada banjir kiriman. Semisal diinformasikan bahwa permukaan Bengawan Solo di Karangnongko telah meluap (melebihi 100%), maka ini merupakan petanda bahwa kota Bojonegoro harus siaga akan datangnya banjir kiriman.
Contoh Peta Monitor TMA Bengawan Solo
Karena bagaimanapun datangnya banjir hampir selalu merupakan banjir kiriman dari arah hulu. Sedangkan waktu yang dibutuhkan air untuk mengalir dari Karangnongko ke kota Bojonegoro kira-kira adalah 16 jam. Sehingga kita memiliki waktu 16 jam sebelum banjir kiriman datang ke kota.

Jadi ayo ikuti lini masa @hidrologi_bsolo sekarang juga. Namun bagi warga yang merasa tidak nyaman jika lini masa Twitternya dipenuhi informasi ketinggian sungai, kami akan berusaha me-retwit informasi terkini dari titik pantau Karangnongko.

Selasa, 05 Februari 2013

Mana yang Benar: BJG atau BJN?

Bagi pengguna moda transportasi pesawat terbang, tentu sudah akrab dengan singkatan-singkatan yang digunakan untuk penyebutan sebuah kota. Sebagai contoh JKT untuk penyebutan Jakarta. Kemudian ada BPP, BDG, SBY yang berturut-turut adalah Balikpapan, Bandung, Surabaya. Dan masih banyak lagi singkatan yang umum digunakan untuk masing-masing kota di Indonesia.

Lalu apakah singkatan untuk kota tercinta kita Bojonegoro?

Beberapa warga Bojonegoro sendiri sering menuliskan BJG ataupun BJN untuk menyingkat kabupaten Bojonegoro. Sedangkan singkatan BJG ataupun BJN rupanya juga digunakan untuk menyingkat nama kota lain. BJG misalnya juga digunakan untuk menyingkat kota Bojong. Sedangkana BJN juga terkadang digunakan untuk menyingkat kota Banjarnegara.

Singkatan resmi.

Berdasarkan penelusuran kami, rupanya singkatan-singkatan untuk kabupaten di Indonesia telah distandarisasi dalam Standar Nasional Indonesia (SNI). Dalam SNI 7657:2010 mengenai singkatan nama kota, kabupaten Bojonegoro mendapat jatah singkatan BJN.

Dengan demikian para warga sekarang dapat menggunakan singkatan BJN untuk kabupaten Bojonegoro dengan percaya diri. Karena singkatan BJN ini merupakan singkatan resmi untuk kabupaten tercinta kita Bojonegoro.

Silahkan unduh SNI singkatan kota: di sini.